7 Tanggung Jawab Orang Tua dalam Mendidik Anak

Bagikan :

5/5 (4)

Tanggung jawab besar berada di pundak orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Setidaknya ada 7 tanggung jawab yang harus dipenuhi dalam mendidik anak.

1. Tanggung jawab pendidikan keimanan

Setelah anak mampu berbicara, ayah mentalqinkan dengan kalimat thayyibah (kata-kata yang baik) sekaligus kalimat teragung, “Laa Ilaha Illallah.” Kemudian mengenalkan hal pertama yang mesti dipikirkan, yakni halal dan haram. Menyuruhnya mendirikan shalat pada usia tujuh tahun. Mendidiknya untuk mencintai Allah, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Al-Qur’an. Membimbingnya kepada keimanan kepada rukun Islam yang lima, rukun Iman yang enam, dan rukun Ihsan yaitu menyembah Allah seakan-akan melihat-Nya, jika tidak mampu melihat-Nya (dan tidak akan mampu), maka sesungguhnya Dia melihat dirinya. Selanjutnya menanamkan di dalam hatinya sikap khusyuk kepada Allah, ketakwaan dan sikap merasa diawasi oleh Allah (Murarabbatullah) di kala sepi dan ramai.

2. Tanggung jawab pendidikan akhlak

Tanggung jawab ini merupakan salah satu buah iman. Orang tua mendidik mereka untuk bersikap jujur dan menetapi seluruh akhlak terpuji, serta memperingatkan mereka agar tidak berdusta dan mengerjakan segala bentuk akhlak tercela.

3. Tanggung jawab pendidikan fisik

Memberi nafkah kepada anak-anak dari sumber halal. Menjaga kesehatan anak-anak, menjauhkan mereka dari faktor-faktor penyebab penyakit dan mengobati anak yang sakit. Menerapkan kaidah, “Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan menimpakan bahaya.” Mengajari mereka memanah, mengendarai kuda dan berenang ketika tidak beresiko menimbulkan kerusakan. Membiasakan mereka bersikap sungguh-sungguh dan ksatria, serta menjauhkan mereka dari setiap kerusakan yang membahayakan mereka.

4. Tanggung jawab pendidikan akal

Mengajarkan setiap hal bermanfaat kepada anak-anak sejak kecil dan menjauhkan mereka dari berbagai kerusakan yang merajalela, mengingat berbagai kerusakan tersebut sangat berpengaruh terhadap akal dan pikiran, sebut saja misalnya miras, rokok dan lain sebagainya.

5. Tanggung jawab pendidikan kejiwaan

Menjauhkan mereka dari gejala sifat lemah, pemalu, penakut, pendengki, pemarah dan kurang percaya diri. Kemudian mendidik sikap iman kepada qadha’ dan qadar di dalam diri mereka, dan berbagai bentuk pendidikan kejiwaan lain.

6. Tanggung jawab sosial

Mendidik anak-anak untuk memenuhi hak orang lain dalam segala bentuknya, berkasih sayang, memaafkan, bertakwa, mengutamakan orang lain (itsar), berani dan lain sebagainya.

7. Tanggung jawab menjaga fitrahnya

Memperingatkan anak-anak dari penyimpangan seksual dan menikahkan anak yang sudah butuh menikah.

Sumber Bacaan: Panduan Lengkap Tarbiyatul Aulad, Strategi Mendidik Anak Menurut Petunjuk Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani. Penerbit Zam-Zam.

Abinya Ammar dan Amru. Penyuka buku, website dan internet. Quote terbaik menurut saya adalah, "Sesungguhnya ilmu, tidak akan memberikan sebagian dari dirinya kepadamu, kecuali jika kamu memberikan seluruh jiwamu, untuk mendapatkannya."

Artikel Terkait :

5 Cara Meningkatkan Kecerdasan Anak Saat dalam Kandungan Anak yang cerdas adalah dambaan semua orang tua. Banyak cara yang dilakukan orang tua untuk bisa mendapatkan anak yang memiliki otak cemerlang, kemamp...
25 Perlengkapan Bayi Baru Lahir yang Harus Disiapkan Masa-masa menanti kelahiran buah hati adalah saat yang menggembirakan. Apalagi jika ini adalah kelahiran anak pertama. Tentunya banyak hal yang perlu ...
Tujuan Utama Pendidikan Anak AmmarAmru - Selamat datang di website AmmarAmru.com. Ini adalah tulisan pertama kami yang ditulis di hari kamis, tanggal 26 Rabi'ul Awal 1439 H yang b...

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon berikan rating 5 bintang. Dan share di social media yang Anda miliki. Terima kasih untuk kesediaannya.


Bagikan :

Tinggalkan komentar