Metode Memberi Nasihat Kepada Anak

Satu hal yang senantiasa saya pikirkan adalah bagaimana metode yang paling baik dalam menyampaikan nasihat untuk anak-anak saya (Ammar Amru) agar bisa diterima dan dilaksanakan dengan baik.

Alhamdulillah, malam ini saya diberikan kemudahan membaca Syarah Riyadhush Shalihin, Jilid 3, Bab 91.

Memberi Nasihat kepada Anak

Beberapa hal yang bisa saya simpulkan sementara ini.

Pemberian Nasihat Harus Memandang Tingkat Kemampuan Anak Menerima

Nasihat jangan terlalu sering diberikan. Secukupnya saja. Sebagaimana Ibnu Mas’ud memberikan nasihat hanya setiap hari kamis. Namun bukan berarti seorang anak dinasihati seminggu sekali. Tapi cukup dalam sehari beberapa kali dengan cara yang baik, tidak perlu seharian nyeramahin anak. Akhirnya malah jenuh.

Hadits khutbah jumat yang diperpendek dan shalat diperpanjang menunjukkan hal itu. Bahwa pemberian nasihat tidak perlu terlalu panjang.

Nasihat disampaikan dengan Lemah Lembut

Hadits Mu’awiyah bin al-Hakam yang mendengar bersin ketika shalat dan mengatakan “Yarhamukallah”. Setelah shalat Rasulullah menegurnya. Perhatikan perkataan sahabat ini.

“Aku tidak pernah melihat seorang pendidik pun yang lebih baik daripada beliau, sebelum maupun sesudahnya. Demi Allah, beliau tidak menghardikku, tidak juga memukulku dan mencemoohkanku. Beliau bersabda, ‘di dalam shalat ini tidak boleh ada perbincangan manusia, karena sesungguhnya shalat itu tasbih dan takbir serta bacaan al-Quran’.”

See, sahabat ini salah pada salah satu perkara pokok yang penting, yaitu shalat. Namun Rasulullah tetap tenang, ramah, dan menjelaskan dengan perlahan.

Maka dalam menasihati anak ketika dia berbuat salah, adalah dengan ketenangan. Anggap mereka seperti sahabat ini, yang melakukan kesalahan itu karena ketidaktahuan mereka. Maka tugas kita mengajarkannya. Dengan lemah lembut.

Cool aja. Bismillah, diniatkan karena Allah ingin mengajar anak-anak. Gak perlu teriak-teriak karena cara itupun tidak akan menghasilkan sesuatu seperti yang kita inginkan.

Mensejajarkan Kepala dengan Anak

Saya teringat dengan acara Nanny 911. Pada salah satu episode, nanny menjelaskan alasan kenapa nasihat sang ayah tidak di dengar oleh sang anak.

Ternyata, pada saat menasihati, posisi sang ayah berdiri tegak di depan anaknya sehingga seperti memerintah. Posisi yang baik untuk menasihati adalah dengan mendekati sang anak, duduk di depannya hingga kepala kita lebih kurang sejajar dengan kepala anak. Hal ini akan menimbulkan rasa nyaman di hati anak. Barulah setelah itu anak diberikan nasihat.

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon berikan rating 5 bintang. Dan share di social media yang Anda miliki. Terima kasih untuk kesediaannya.

Trik Juara Mengatur Waktu, Sebuah Catatan

Belakangan ini saya lagi suka liat-liat buku di Google Play. Fitur “free sample” yang membuat saya bisa melihat isi buku pada beberapa bab awal sangat menarik. Dari sana saya bisa menentukan, buku ini cocok gak kalo saya beli.

Dan kemudian, saya menemukan buku terkait management waktu. Judulnya “Trik Juara Mengatur Waktu” tulisan mbak Zizi. Saya liat sinopsisnya. Gak pake lama, buku ini kemudian saya beli.

Bahasanya simple, to the point langsung ke praktek.

Nah, saya mau share sedikit hasil bacaan saya untuk buku ini.

Pembagian Waktu

Well, ada dua pembagian waktu. Clock time and real time.

  1. Clock time dilihat berdasarkan detik demi detik berjalan. 1 tahun, 1 bulan, 1 minggu, 7 hari, dst.
  2. Real time adalah waktu yang benar-benar kita gunakan dalam mengerjakan sesuatu. Dalam mencapai sesuatu. It’s time when “we get our things done”.

Real time yang mengukur tingkat produktivitas kita, bukan clock time. Kita tidak bisa mengatur clock time, tapi kita bisa mengatur real time.

Komponen Waktu

Ada 4 komponen waktu yang sudah ada pada kita.

1. Contracted Time

  • Waktu untuk bekerja, sekolah. Waktu kita sudah dibayar untuk melakukan hal itu.

2. Committed Time

  • Waktu pada hal-hal yang sifatnya komitmen. Main sama anak-anak. Nganter istri, Ibu ke pasar.

3. Necessary Time

  • Waktu buat tidur, mandi, makan, dst. Ini makan tempat paling banyak (biasanya, terutama yang tidurnya lama).

4. Free Time

  • Sisa waktu diatas.

Self Management

Inti dari Time Management adalah Self Management.

Seberapa baik kita membuat pengaturan jadwal, semuanya kembali ke diri sendiri. Seberapa baik saya mau mengikuti jadwal yang udah saya buat.

Dua hal yang menjadi masalah pada pengaturan waktu:

  1. Terlalu malas.
  2. Terlalu sibuk.

Mengatur waku bagus, tapi jangan sampai kita terjebak pada jadwal yang kita buat. Tetap ada unsur flexible didalamnya.

Be flexible and you will be happy for the rest of your life.

Pandangan Waktu dalam Islam

Satu yang menjadi catatan saya, bahwa di dalam Islam, semua waktu diupayakan untuk menjadi ibadah.

  • Sehingga, contracted time, diniatkan untuk menjaga kehormatan diri agar tidak meminta-minta, menafkahi anak dan istri, keluarga besar.
  • Committed time diniatkan untuk mendidik anak-anak, berbakti kepada kedua orang tua.
  • Necessary time diniatkan untuk persiapan dalam beribadah kepadanya. Mandi untuk persiapan shalat.
  • Free time diniatkan untuk menambah pengetahuan (menuntut ilmu syari) dalam beribadah kepada Alloh.

Karena semua urusan seorang Muslim bisa bernilai ibadah jika diniatkan untuk itu.

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon berikan rating 5 bintang. Dan share di social media yang Anda miliki. Terima kasih untuk kesediaannya.

25 Perlengkapan Bayi Baru Lahir yang Harus Disiapkan

5/5 (14)

Masa-masa menanti kelahiran buah hati adalah saat yang menggembirakan. Apalagi jika ini adalah kelahiran anak pertama. Tentunya banyak hal yang perlu disiapkan oleh orang tua untuk menyambut buah hatinya. Salah satunya adalah perlengkapan bayi baru lahir.

Namun sebagai orang tua baru, terkadang kita bingung untuk menentukan apa saja perlengkapan bayi baru lahir yang harus disiapkan. Memang kita bisa saja membuat daftar semua perlengkapan bayi baru lahir yang bisa dibeli, tapi apakah benar semuanya dibutuhkan?

Nah, untuk memudahkan Bunda dalam membeli perlengkapan bayi untuk si kecil, kami menyusun daftar 25 Perlengkapan Bayi Baru Lahir yang Harus Dibeli. Daftar ini kami susun berdasarkan pengalaman kami dalam menyiapkan perlengkapan bayi baru lahir untuk Ammar dan Amru.

Perlengkapan Bayi Baru Lahir yang Pertama: Pakaian Bayi

Perlengkapan bayi baru lahir yang harus dibeli, salah satunya adalah pakaian.
(Pixabay.com)

1. Baju Bayi

Hal terpenting dari baju bayi adalah bahannya harus bisa menyerap keringat. Baju berbahan katun bisa menjadi pilihan yang sangat tepat untuk ini.

Pilihlah baju yang memiliki kancing depan, jangan model kaus. Hal ini penting agar memudahkan Bunda memasangkan baju setelah bayi selesai mandi.

Untuk jumlahnya, cukup beli baju lengan pendek 2 lusin. Yang lengan panjang cukup 1 lusin. Karena baju bayi relatif jarang diganti kecuali kalau basah karena keringat atau terkena ompol.

2. Popok Bayi

Walau anak zaman sekarang sudah umum menggunakan diapers, namun saya sangat menyarankan bagi bayi yang baru lahir untuk tetap memakai popok.

Dengan memakai popok, intensitas pipis bayi akan dapat kita hitung. Begitu juga dengan jumlah pupnya. Hal ini penting sekali untuk mengetahui kelancaran pencernaan bayi kita. Idealnya bayi baru lahir bisa pup sebanyak 6x sehari.

Selain itu, penggunaan diapers bagi bayi baru lahir sangat rentan menimbulkan ruam di area pantat bayi. Karena kondisi kulitnya yang masih sangat sensitif.

Saya juga tidak terlalu menyarankan penggunaan clodi (cloth diapers) bagi bayi yang baru lahir. Karena walau memang tersedia clodi untuk bayi newborn, tetap saja ukurannya masih terlalu besar dipakai bayi. Hal ini akan membuat posisi tidur bayi agak sedikit naik di area pantat. Khawatirnya berpengaruh pada bentuk tubuh dan kenyamanan bayi.

Bayi baru lahir biasanya pipis hingga 12 kali dalam sehari semalam. Untuk itu, popok adalah jumlah terbanyak dalam list belanja daftar perlengkapan bayi baru lahir yang harus dibeli.

Saya menyarankan agar Bunda membeli minimal 3 lusin popok. Pembagiannya sbb: 12 popok untuk dipakai, 12 popok dicuci, dan 12 popok lagi untuk cadangan.

3. Celana Bayi

Saya membedakan penggunaan popok dan celana, karena celana bayi setidaknya baru dipakai saat anak berusia 1 bulan keatas. Dibawah usia 1 bulan, lebih enak menggunakan popok.

Untuk celana ini, Bunda bisa  membeli sebanyak 2 lusin celana pendek dan 1 lusin celana panjang. Pastikan bahannya katun agar mudah menyerap keringat, dan ukurannya tidak terlalu besar.

4. Sarung Tangan dan Kaos Kaki Bayi

Sarung tangan dan kaos kaki dipakai untuk menghangatkan tubuh bayi. Pilihlah yang jenisnya lembut.

Untuk sarung tangan dan kaos kaki biasanya jarang diganti, kecuali saat habis mandi, atau ketika basah terkena pipis. Jadi, untuk sarung tangan dan kaos kaki bayi ini Bunda cukup membeli masing-masing sebanyak 1/2 lusin.

5. Selimut

Membeli selimut adalah pilihan, karena Bunda bisa menyelimuti si kecil dengan kain apapun yang ada di rumah. Kain jarik, sarung, atau kain lainnya. Namun, setidaknya sediakan 2 selimut untuk kebutuhan Bunda saat pulang dari rumah bersalin.

6. Bedong

Sebagian orang tua kami meyakini bahwa membedong bisa membantu meluruskan postur tubuh bayi. Selain itu, membedong juga dapat memberi kehangatan bagi bayi, terutama setelah mandi. Membedong bayi juga membuatnya lebih mudah digendong.

Untuk jumlahnya, saya menyarankan Bunda membeli 2 lusin kain bedong. Cukup banyak karena kain bedong akan ikut basah saat bayi terkena pipis. Sehingga saat bayi pipis, kain bedong ikut diganti.

Kenapa jumlahnya lebih sedikit dari popok bayi yang sampai 3 lusin? Karena aktifitas membedong tidak dilakukan 24 jam. Ada waktu-waktu dimana bayi tidak perlu dibedong, terutama saat cuaca panas di siang hari. Membedong bayi di waktu tersebut akan membuat bayi gerah dan rentan terkena biang keringat.

7. Gurita

Sebagian dokter dan bidan tidak menyarankan penggunaan gurita pada perut bayi. Hal ini karena gurita dianggap menghalangi perkembangan tubuh bayi.

Namun, dari pengalaman kami, gurita terkadang diperlukan untuk mencegah perut bayi kembung. Karena kondisi tubuhnya yang masih butuh penyesuaian dengan dunia luar, juga karena sulit jika harus memasang kaus singlet, maka digunakanlah gurita.

Bunda bisa membeli 1 lusin gurita untuk stok di rumah. Pastikan tidak mengikatnya terlalu kencang saat dipakaikan ke bayi Bunda, agar nafas bayi bisa leluasa.

Perlengkapan Bayi Baru Lahir yang Kedua: Peralatan Mandi Bayi

Perlengkapan mandi untuk kesiapan perlengkapan bayi baru lahir.
(Pixabay.com)

Hal kedua dari perlengkapan bayi baru lahir yang perlu Bunda siapkan adalah perlengkapan mandi bayi. Berikut kami susun perlengkapan mandi bayi yang bisa Bunda siapkan.

1. Sabun dan Shampo

Pilih sabun dan shampo khusus untuk bayi. Bunda bisa memilih merk apapun yang disukai, tidak ada rekomendasi khusus untuk hal ini.

2. Bak Mandi

Pilih bak mandi yang tebal agar bisa awet digunakan untuk bayi pertama Bunda dan adik-adiknya. Bak mandi yang dipakai Ammar Amru di rumah, hampir 4 tahun belum pernah diganti.

Pilih bak mandi bayi yang ada dudukannya. Atau kalau tidak ada, bisa disiasati dengan membeli kursi mandi bayi.

3. Bedak dan Minyak Telon

Bedak diperlukan untuk menghindari kulit bayi dari biang keringat. Sedangkan minyak telon dipakai untuk menghangatkan tubuh bayi.

Pilih minyak telon yang tidak terlalu panas di kulit, apalagi untuk bayi yang baru lahir. Pengalaman kami, minyak telon “My Baby” bisa Bunda pilih untuk bayi baru lahir karena panasnya sedang. Nanti setelah usia anak 6 bulan keatas, Bunda bisa mencoba minyak telon “Nyonya Meener” yang terasa lebih hangat di kulit.

Satu catatan dari kami bahwa, tidak semua minyak telon cocok untuk kulit bayi. Kadang merk tertentu menyebabkan kulit bayi iritasi. Kalau Bunda menemukan kondisi ini, segera ganti dengan minyak telon merk lain.

4. Handuk

Pilihlah jenis handuk yang lembut dan menyerap air. Karena ada handuk yang lembut namun tidak terlalu menyerap air. Hal ini akan membuat kulit bayi masih terasa lembab walau sudah dikeringkan.

Siapkan 2 buah handuk agar ketika yang satu dicuci, masih ada handuk lain yang tersedia.

Perlengkapan Bayi Baru Lahir yang Lain

Perlengkapan bayi baru lahir yang harus dibeli yang lain.
(Pixabay.com)

1. Topi Bayi

Jika Bunda adalah orang yang suka bepergian, membelikan topi untuk si kecil adalah sebuah kebutuhan. Pilihlah topi yang berbahan lembut. Pastikan ukurannya sesuai dengan kepala si kecil. Hindari membeli topi yang terlalu ketat di kepala bayi.

Untuk jumlahnya, Bunda cukup menyiapkan 2 buah topi.

2. Bantal dan Guling Bayi

Biasanya bantal dan guling bayi dijual secara paketan. Bunda cukup membeli satu paket yaitu 1 bantal dan 2 guling. Jika diperlukan, belilah 1 bantal lagi (bantalnya saja) untuk ganti jika bantal yang lain dicuci.

Mencuci bantal bayi perlu dilakukan beberapa minggu sekali. Hal ini dilakukan untuk menghindari kepala bayi gatal-gatal. Gunakan pengering mesin cuci agar bantal cepat kering.

3. Tas Bayi

Saat pergi ke rumah sakit untuk proses persalinan, pakaian bayi harus ikut dibawa. Tentunya Bunda membutuhkan tas khusus untuk pakaian si kecil.

Pilihlah tas dengan ukuran yang cukup besar dengan beberapa compartment. Satu bagian digunakan untuk pakaian, bagian yang lain untuk keperluan mandi seperti sabun, minyak telon, dll.

4. Gendongan Bayi

Untuk gendongan bayi, Bunda bisa memilih model gendongan praktis yang sudah banyak tersedia di pasaran. Bisa juga menggunakan kain jarik.

Bunda cukup membeli 1 buah gendongan bayi. Apakah cukup hanya 1 buah? Dari pengalaman kami, gendongan bayi masuk kategori hadiah favorit. Bunda akan banyak mendapatkannya dari hadiah teman, saudara atau tetangga yang mengunjungi si kecil.

5. Perlak

Agar kasur di rumah tidak basah terkena pipis si kecil, perlak diperlukan sebagai alas tidurnya. Pilihlah 2 jenis ukuran perlak. Pertama ukuran sedang dengan lebar sekitar 50 cm. Kedua ukuran besar dengan lebar sekitar 80 cm. Masing-masing cukup beli 1 buah.

Kenapa perlu dibedakan ukurannya? Dari pengalaman, kami menemukan bahwa ada masa-masa dimana perlak yang digunakan cukup yang ukuran kecil. Dan disaat yang berbeda, dibutuhkan perlak ukuran besar. Bunda akan menemukan moment ini seiring perjalanan bersama si kecil.

6. Alas Ompol

Alas ompol digunakan untuk melapisi perlak dengan tubuh bayi. Alas ompol juga bermanfaat agar pipis bayi tidak terlalu menyebar kemana-mana.

Belilah alas ompol dengan jumlah yang sama dengan popok bayi, yaitu sekitar 3 lusin. Pilihlah ukuran yang cukup lebar, agar masih bisa digunakan ketika bayi mulai tumbuh besar.

Ingat, semakin besar bayi, gerakannya ketika tidur akan semakin banyak. Dengan alas ompol yang lebar, dapat meminimalisir pipis bayi kemana-mana.

7. Kelambu Bayi

Kelambu berguna agar bayi terlindung dari gigitan nyamuk dan serangga lain. Hal ini sangat bermanfaat ketika bayi Bunda ditinggal tanpa pengawasan, misalnya ketika Bunda memasak di dapur. Dengan menggunakan kelambu, Bunda tidak perlu khawatir bayi terkena gigitan nyamuk.

8. Gantungan Jemuran

Peralatan bayi baru lahir yang harus dibeli. Gantungan putar.
(DuniaBayi.co.id)

Pilih gantungan jemuran model putar agar bisa muat banyak. Di pasaran tersedia model 20 stick, 24 dan 30 stick.

Saya menyarankan Bunda membeli 2 buah gantungan. Alasannya, agar jemuran bayi kita cepat kering, kita perlu menjemur dengan meletakkan pakaian secara berselang-seling. Sehingga satu gantungan hanya bisa untuk 15 pakaian (untuk model 30 stick). Nah, biasanya pakaian kotor bayi dalam sehari bisa lebih dari itu. Untuk itu Bunda membutuhkan 2 buah gantungan jemuran.

8. Ember Pakaian Kotor Bayi

Agar pakaian bayi tetap bersih dan terhindar dari kuman, pisahkan pakaian kotornya dengan pakaian orang dewasa. Belilah 2 ember plastik yang khusus untuk pakaian kotor bayi.

9. Lemari Pakaian Bayi

Belilah lemari pakaian yang sesuai dengan kebutuhan Bunda. Bisa yang model kayu atau plastik. Usahakan yang cukup besar agar masih bisa muat menampung pakaian adik-adiknya kelak.

Perlengkapan Bayi Baru Lahir yang Belum Penting untuk Dibeli

Perlengkapan bayi baru lahir yang belum perlu dibeli.
(Pixabay.com)

Nah, diatas tadi adalah semua list perlengkapan bayi baru lahir yang harus dibeli. Sebagian perlengkapan bayi baru lahir lainnya bisa ditunda hingga beberapa bulan kedepan. Dengan cara ini Bunda bisa menghemat beberapa puluh hingga ratusan ribu rupiah.

Dibawah ini kami susun daftar perlengkapan bayi baru lahir yang bisa ditunda pembeliannya hingga beberapa bulan setelah kelahiran.

1. Sepatu Bayi

Sampai umur 6 bulan ke atas, bayi Bunda belum butuh untuk menggunakan sepatu. Cukup kaus kaki saja ketika bepergian, karena toh bayi Bunda akan selalu digendong. Ketika sudah usia 6 bulan ke atas, saat bayi sudah mulai belajar berjalan, saat inilah sepatu diperlukan.

Maka membeli sepatu bagi bayi baru lahir tidak terlalu Bunda butuhkan. Bunda bisa menghemat sekian puluh ribu rupiah dari sini.

2. Jaket Bayi

Pengalaman kami dengan anak-anak kami, jaket bayi hampir tidak pernah digunakan di usia-usia awal kelahiran. Sebagai catatan bahwa kami menggunakan sepeda motor sebagai kendaraan utama untuk bepergian.

3. Kasur/Ranjang Bayi

Jika Bunda memutuskan untuk menidurkan si kecil dalam ranjang yang sama dengan Bunda (dan inilah yang saya rekomendasikan), maka membeli kasur khusus untuk si kecil tidak perlu dilakukan.

4. Cloth Diapers

Saya menyarankan untuk mulai menggunakan cloth diapers saat bayi berusia 6 bulan keatas. Saat ini tubuh bayi sudah cukup besar, sehingga cloth diapers tidak terlalu kebesaran.

5. Stroller

Kebanyakan bayi baru lahir akan lebih sering digendong. Apalagi kalo rumah Bunda berdekatan dengan rumah Kakek dan Neneknya si kecil. Tentunya si kecil akan sering sekali digendong.

Untuk itu, pembelian stroller bisa ditunda hingga beberapa waktu ke depan sambil melihat perkembangan akan kebutuhannya.

6. Botol Susu

Saya sangat menyarankan agar Bunda melakukan proses menyusui secara langsung, tidak menggunakan botol. Karena menyusui adalah proses pemberian susu kepada bayi atau anak kecil dengan air susu ibu (ASI) dari payudara ibu (Wikipedia). Akan ada perbedaan besar antara menyusui langsung dari payudara ibu dengan menyusu dari botol, sekalipun susu di botol itu adalah ASI.

Saat bayi menyusu langsung ke payudara ibu, maka dekapan tubuh ibu, detak jantungnya, rasa kasih sayangnya, akan sampai ke bayi. Hal ini semua tidak akan ada jika bayi menggunakan botol susu.

7. Pompa ASI

Kalau Bunda bukan seorang wanita karir, maka menyediakan pompa ASI adalah sesuatu yang tidak perlu dilakukan. Bunda tidak perlu khawatir kalau air susu Bunda tidak keluar. Lakukan saja proses inisiasi menyusui dini (IMD) dengan normal. Jika belum keluar, terus saja lakukan proses penyusuan. Lama kelamaan air susu akan keluar, bi Idznillah.

Pengalaman saya dengan Ammar (anak pertama saya), butuh waktu hampir 2 hari sampai air susu saya benar-benar keluar. Sampai tiba masa itu, kami bertahan tidak memberikannya sufor.

Tabel Daftar Belanja Perlengkapan Bayi Baru Lahir

Untuk mempermudah Bunda dalam belanja peralatan bayi, berikut ini kami buatkan tabel daftar belanja 25 perlengkapan bayi baru lahir yang harus dibeli. Rangkuman dari semua pembahasan diatas.

25 Perlengkapan Bayi Baru Lahir yang Harus Dibeli

Selamat berbelanja ya Bunda, nikmati setiap momentnya. Semoga bermanfaat. ^^

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon berikan rating 5 bintang. Dan share di social media yang Anda miliki. Terima kasih untuk kesediaannya.

5 Cara Meningkatkan Kecerdasan Anak Saat dalam Kandungan

5/5 (5)

Anak yang cerdas adalah dambaan semua orang tua. Banyak cara yang dilakukan orang tua untuk bisa mendapatkan anak yang memiliki otak cemerlang, kemampuan analisa yang baik, daya ingat yang kuat, dsb.

Banyak metode yang ditawarkan oleh para dokter, psikolog, maupun pemerhati perkembangan anak untuk meningkatkan kecerdasan anak. Semuanya melalui penelitian dalam masa yang panjang. Saya tidak akan menuliskan semuanya, hanya apa yang telah saya terapkan pada anak-anak saya.

Proses ini bisa dimulai sejak anak masih di dalam kandungan. Ada beberapa cara meningkatkan kecerdasan anak yang dapat dilakukan seorang ibu hamil untuk merangsang kecerdasan janin.

1. Mengelus Perutnya

Salah satu cara meningkatkan kecerdasan anak sejak dalam kandungan adalah melalui sentuhan. Sentuhan yang dilakukan ibu hamil pada janin yang dikandungnya dapat berpengaruh banyak pada kecerdasan janin. Perilaku yang sudah dicontohkan oleh nenek dan ibu kita pada masa lalu ini, setelah diteliti ternyata memberikan pengaruh yang sangat besar bagi psikologis janin, yang nantinya akan berpengaruh pada kecerdasan anak.

Mengelus-elus perut dilakukan ketika bayi di dalam perut bergerak. Namun bisa juga dilakukan jika kondisi bayi diam. Cara tersebut dapat diselingi dengan seorang ibu mengajak bayinya berkomunikasi. Misalnya, ketika tiba waktu shalat, Ibu dapat mengelus perutnya sambil mengatakan:

“Dek, udah adzan nih. Yuk kita shalat dulu.”

Dengan cara ini janin akan merespon stimulus dari luar, yang hal ini membutuhkan proses di dalam otaknya. Sehingga diharapkan dengan stimulus yang diberikan melalui sentuhan, otak anak dapat berkembang lebih baik.

2. Perbanyak Mendengar Murottal

Cara meningkatkan kecerdasan anak yang kedua adalah melalui pendengaran. Indra pendengaran janin mulai berkembang sejak usia kandungan ibu berumur 8 minggu, dan akan sempurna di usia 24 minggu.

Penelitian menunjukkan bahwa janin bisa mendengar suara dari luar mulai dari usia 24 minggu kehamilan. Memperdengarkan murottal pada janin, akan meningkatkan kecerdasan anak karena frekuensi bacaan murottal yang stabil.

3. Perbanyak Menghafal

Seorang ibu yang banyak menghafal saat hamil, akan merespon otak janin yang sedang tumbuh berkembang. Informasi yang ditangkap oleh Ibu, akan diteruskan ke janin dan menjadi stimulus baginya. Stimulus yang diterima ini membuat perkembangan otak janin lebih optimal jika dibandingkan dengan janin yang menerima sedikit stimulus.

Perlu diingat bahwa proses menghafal disini bukan berarti bahwa seorang anak yang baru dilahirkan berarti telah memperoleh banyak hafalan dalam otaknya. Tidak seperti itu! Semua bayi yang baru dilahirkan kondisinya fresh, tidak mengetahui apa-apa. Hal ini telah Allah jelaskan dalam firman-Nya.

QS. An-Nahl ayat 78
QS. An-Nahl ayat 78 (Quran.com)

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl (16): 78)

Lantas apa perbedaan antara yang distimulus hafalan dengan yang tidak? Perbedaannya, anak yang sering distimulus dengan hafalan saat masih di dalam kandungan, komposisi otaknya akan menyesuaikan dengan kebutuhan untuk menghafal. Sehingga ketika anak lahir, otaknya lebih siap menerima hafalan dibanding anak yang tidak distimulus dengan hafalan.

4. Gunakan Senter (Lampu)

Cara meningkatkan kecerdasan anak selanjutnya yaitu melalui stimulus indra penglihatan. Janin sudah mulai bisa melihat sejak usia kandungan 27 minggu. Otaknya akan menerima rangsangan saat ada cahaya kelap-kelip dari luar.

Oleh karena itu, Ibu bisa menstimulus otak janin dengan menggunakan cahaya senter. Senter disini diarahkan pada bagian perut. Ketika melihat cahaya senter, otak janin akan bereaksi dan sang janin akan melakukan pergerakan. Cara ini dapat dilakukan di usia kandungan anda 27 minggu – 36 minggu.

5. Banyak Berdoa kepada Allah

Tentunya hal ini adalah sikap yang paling utama dilakukan seorang ibu. Setelah seorang ibu berusaha melakukan cara-cara diatas, sikap tawakal harus dilakukan karena kecerdasan adalah anugerah dari Allah. Dialah yang memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Maka perbaiki hubungan kita dengan-Nya, semoga Dia menjadikan anak-anak kita menjadi anak-anak yang shalih dan cerdas.

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon berikan rating 5 bintang. Dan share di social media yang Anda miliki. Terima kasih untuk kesediaannya.

7 Tanggung Jawab Orang Tua dalam Mendidik Anak

5/5 (4)

Tanggung jawab besar berada di pundak orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Setidaknya ada 7 tanggung jawab yang harus dipenuhi dalam mendidik anak.

1. Tanggung jawab pendidikan keimanan

Setelah anak mampu berbicara, ayah mentalqinkan dengan kalimat thayyibah (kata-kata yang baik) sekaligus kalimat teragung, “Laa Ilaha Illallah.” Kemudian mengenalkan hal pertama yang mesti dipikirkan, yakni halal dan haram. Menyuruhnya mendirikan shalat pada usia tujuh tahun. Mendidiknya untuk mencintai Allah, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Al-Qur’an. Membimbingnya kepada keimanan kepada rukun Islam yang lima, rukun Iman yang enam, dan rukun Ihsan yaitu menyembah Allah seakan-akan melihat-Nya, jika tidak mampu melihat-Nya (dan tidak akan mampu), maka sesungguhnya Dia melihat dirinya. Selanjutnya menanamkan di dalam hatinya sikap khusyuk kepada Allah, ketakwaan dan sikap merasa diawasi oleh Allah (Murarabbatullah) di kala sepi dan ramai.

2. Tanggung jawab pendidikan akhlak

Tanggung jawab ini merupakan salah satu buah iman. Orang tua mendidik mereka untuk bersikap jujur dan menetapi seluruh akhlak terpuji, serta memperingatkan mereka agar tidak berdusta dan mengerjakan segala bentuk akhlak tercela.

3. Tanggung jawab pendidikan fisik

Memberi nafkah kepada anak-anak dari sumber halal. Menjaga kesehatan anak-anak, menjauhkan mereka dari faktor-faktor penyebab penyakit dan mengobati anak yang sakit. Menerapkan kaidah, “Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan menimpakan bahaya.” Mengajari mereka memanah, mengendarai kuda dan berenang ketika tidak beresiko menimbulkan kerusakan. Membiasakan mereka bersikap sungguh-sungguh dan ksatria, serta menjauhkan mereka dari setiap kerusakan yang membahayakan mereka.

4. Tanggung jawab pendidikan akal

Mengajarkan setiap hal bermanfaat kepada anak-anak sejak kecil dan menjauhkan mereka dari berbagai kerusakan yang merajalela, mengingat berbagai kerusakan tersebut sangat berpengaruh terhadap akal dan pikiran, sebut saja misalnya miras, rokok dan lain sebagainya.

5. Tanggung jawab pendidikan kejiwaan

Menjauhkan mereka dari gejala sifat lemah, pemalu, penakut, pendengki, pemarah dan kurang percaya diri. Kemudian mendidik sikap iman kepada qadha’ dan qadar di dalam diri mereka, dan berbagai bentuk pendidikan kejiwaan lain.

6. Tanggung jawab sosial

Mendidik anak-anak untuk memenuhi hak orang lain dalam segala bentuknya, berkasih sayang, memaafkan, bertakwa, mengutamakan orang lain (itsar), berani dan lain sebagainya.

7. Tanggung jawab menjaga fitrahnya

Memperingatkan anak-anak dari penyimpangan seksual dan menikahkan anak yang sudah butuh menikah.

Sumber Bacaan: Panduan Lengkap Tarbiyatul Aulad, Strategi Mendidik Anak Menurut Petunjuk Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani. Penerbit Zam-Zam.

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon berikan rating 5 bintang. Dan share di social media yang Anda miliki. Terima kasih untuk kesediaannya.

Tujuan Utama Pendidikan Anak

5/5 (4)

AmmarAmru – Selamat datang di website AmmarAmru.com. Ini adalah tulisan pertama kami yang ditulis di hari kamis, tanggal 26 Rabi’ul Awal 1439 H yang bertepatan dengan 14 Desember 2017. Rencananya, website ini akan kami gunakan sebagai blog pribadi untuk menuliskan pengalaman kami dalam mendidik anak-anak kami, Ammar dan Amru. Kami tidak tahu sampai berapa lama blog ini bisa bertahan. Setahun, dua tahun, tapi semoga -bi Idznillah- bisa lebih lama lagi.

Ditulisan pertama ini, saya ingin menyampaikan tentang prinsip yang paling dasar, tujuan yang paling penting, yang darinya semua konsep pendidikan anak dikembangkan demi meraih tujuan ini.

Tujuan Utama Pendidikan Anak

Tujuan yang paling utama dari pendidikan anak adalah agar anak menjadi hamba yang beribadah hanya kepada Allah.

Saya membatasi konsep tujuan utama pendidikan anak di dalam Islam, dan tidak melihat aspek yang lain, karena menyesuaikan dengan tujuan awal manusia diciptakan.

QS. Adz-Dzariyat ayat 56
QS. Adz-Dzariyat ayat 56 (Quran.com)

“Dan tidaklah Kuciptakan jin dan manusia, kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat (51): 56)

Dua Konsep Utama Pendidikan Anak

Setelah memahami tujuan utama pendidikan anak, yang berikutnya harus kita pahami adalah cara meraih tujuan itu.

Jika kita membaca buku-buku panduan pendidikan anak, maka akan kita dapati semuanya kembali kepada dua konsep utama.

1. Mengajarkan Anak Kebaikan

Konsep yang pertama pendidikan anak adalah, mengajarkan anak kebaikan yang dapat bermanfaat dalam menjalani kehidupannya. Kebaikan disini mencakup semua aspek kehidupan.

Pertama, anak diajarkan tentang hal-hal yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah. Cara shalat, cara wudhu, membaca al-Qur’an, menghafal doa-doa, belajar shaum, dll.

Kemudian hal-hal yang berhubungan dengan manusia, dimulai dari yang terdekat seperti berbakti kepada kedua orang tua, menghormati kakek dan neneknya, menyayangi adiknya, dll.

Hal-hal yang terkait dengan kesehatan fisiknya, toilet training, menggosok gigi, mengajarkannya olahraga, beladiri, dll.

Intinya semua hal yang dapat bermanfaat dan hal itu adalah kebaikan yang dapat mendukung tujuan akhir pendidikan anak (beribadah kepada Allah), maka hal tersebut bisa diajarkan kepada anak-anak kita.

2. Menjauhkan Anak dari Keburukan

Konsep yang kedua adalah menjauhkan anak dari keburukan.

Mengajarkannya untuk tidak meninggalkan shalat, tidak berbohong, tidak berkelahi dengan adik atau temannya.

Memprioritaskan Mulai dari yang Terpenting

Dengan banyaknya materi yang ingin kita ajarkan, kita harus membuat prioritas. Manakah yang harus lebih dulu diajarkan.

Seni Komunikasi dengan Anak

Ini adalah sesuatu yang perlu kita ketahui dalam proses mengajarkan anak-anak. Mengajarkannya kebaikan dan menjauhkannya dari keburukan perlu cara, seni berkomunikasi agar tujuan utama pendidikan anak dapat tercapai.

Kesimpulan

Mengajarkan anak-anak membutuhkan ilmu. Semakin banyak ilmu tentang kebaikan yang kita miliki, akan memperkaya nilai-nilai kebaikan dalam diri anak kita. Dan semakin banyak pengetahuan tentang keburukan yang kita tahu, dapat membantu menjauhkan mereka dari hal-hal yang tidak bermanfaat bahkan membahayakan.

Semua itu butuh waktu, proses yang tidak sebentar, dan seni menyampaikan yang baik. Suatu pekerjaan yang sangat tidak mudah. Oleh karena itu seorang bijak pernah berkata, “Menjadi orang tua, membutuhkan bagian terbaik dari dirimu.”

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon berikan rating 5 bintang. Dan share di social media yang Anda miliki. Terima kasih untuk kesediaannya.